Options:

Mesin Sonic Lawas Di Honda CS1 ? Itu Belum Seberapa !

Penggunaan mesin Sonic Lawas pada Honda CS One Gress di mata konsumen masih dianggap kontroversial. Karena banyak juga yang menganggap AHM malas melakukan inovasi maupun trobosan teknologi dan hanya mengandalkan mesin lawas untuk mengurangi biaya produksi. Tetapi di belahan bumi lain hal tersebut justru bisa dibilang wajar. Tetapi ingat penggunaan mesin lawas untuk varian motor baru, bukan berarti motor baru tersebut hanya melakukan penggantian casing seperti halnya yang dilakukan AHM pada Tiger Revo. Tetapi motor tersebut memang betul betul gress, hanya saja menggunakan varian  mesin yang sudah pernah dipakai oleh produk sebelumnya. Sama seperti yang dilakukan oleh AHM pada CS one. Hubungan antara Mesin dengan Motor sendiri sebenarnya banyak yang lebih rumit dari itu contohnya adalah : … 

1. Satu Mesin Beberapa Varian

Ini umumnya dilakukan oleh pabrikan eropa seperti Ducati. Seperti juga Honda yang menggunakan mesin Sonic pada CS1 alias satu mesin digunakan oleh dua varian, ducati juga melakukan hal yang serupa. Mesin 1000 DS alias mesin Dual Spark L twin 1000cc berpendingin oli digunakan tidak saja oleh varian Multistrada, namun juga digunakan oleh varian Monster S2R, GT1000 Classic, Supersport hingga Hypermotard. Artinya yang dilakukan oleh Ducati terbilang lebih ekstrim dibanding yang dilakukan oleh Honda karena ducati menggunakan 1 mesin untuk 6 varian! 8O

2. Beberapa Tipe Mesin untuk satu Varian

Uniknya hal yang sebaliknya dilakukan juga oleh Ducati, yaitu untuk satu varian menggunakan beberapa mesin sekaligus! Sebagai contoh adalah yang terjadi pada Ducati Monster. Untuk varian Monster 620ie menggunakan mesin L Twin 620cc berpendingin udara. Tetapi untuk mesin berkapasitas 750cc Monster menggunakan mesin L Twin 750cc berpendingin oli. Untuk varian monster berkapasitas 1000cc justru lebih rumit lagi karena memilki empat varian dengan empat jenis mesin yang berbeda contohnya adalah :

  • Monster S4 1000 - L Twin 916cc liquid cooled (Superbike 916)
  • Monster S2R - L Twin 992cc berpendingin oli (Multistrada, SS1000, GT1000)
  • Monster S4R - L Twin 996cc Liquid cooled (Superbike 996)
  • Monster S4RS - L Twin 999cc Liquid cooled (Superbike 999)

Artinya untuk sebuah varian Monster saja Ducati menggunakan lebih dari 5 jenis mesin. Dan umumnya mesin tersebut digunakan oleh motor dari kelas yang berbeda. Tetapi penggunaan mesin tersebut tidak sesimpel melakukan penggantian ban, namun meski basis mesinya sama, tetapi telah dilakukan proses de- tunned artinya mesin tersebut mengalami proses seting ulang. Contohnya pada mesin Monster S4RS, meski mesin S4RS sama persis dengan Superbike 999 tetapi karakter kedua mesin tersebut jauh berbeda. Bila pada 999 torsi maksimum berada pada Rpm tinggi, pada S4RS torsi tertinggi justru dicapai pada putaran menengah. Hal ini didasari karena S4RS bukan merupakan motor sport, tetapi motor street fighter alias motor jalanan. Kesimpulan yang bisa diambil adalah meski di klaim (menggunakan mesin yang sama) namun karakter mesin tentu saja berbeda, apalagi bila mesin tersebut di gunakan oleh motor dari kelas yang berbeda 

3.Satu Mesin untuk beberapa Merk Motor ? Wah !

Hal seperti ini paling sering dilakukan oleh Suzuki. Salah satu contohnya adalah penggunaan mesin V-2 RGV 250 Gamma pada Aprilia RS 250. Hal tersebut berlanjut hingga kini. Sebagai contoh adalah penggunaan mesin berbasis mesin Suzuki SV 650. Mesin ini juga digunakan oleh Cagiva Raptor 650, V-Raptor 650 dan Hyosung GT 650. Sedangkan untuk motor berkapasitas 1000cc mesin Suzuki TL 1000 digunakan juga oleh Cagiva sebagai mesin Raptor 1000 dan V-Raptor 1000.

Jadi jangan heran bila karakter antara Cagiva Raptor 1000 dengan TL 1000 agak sedikit mirip, meski kedua motor tersebut berasal dari brand yang berbeda. Agakanya hal yang dilakukan oleh Suzuki ini akan terus berlanjut dan bukan tidak mungkin akan ditiru oleh pabrikan lainya.

Tidak Cuma Menghemat Biaya Lho !

Jika banyak pihak menuding penggunaan satu mesin untuk beberapa varian ataupun satu mesin untuk beberapa merk motor adalah upaya untuk menghemat ongkos produksi, hal tersebut benar adanya. Namun hal tersebut tidak melulu dilakukan pabrikan sekedar untuk meraup keuntungan sebanyak banyaknya. Tetapi dengan melakukan hal tersebut banyak keuntungan lain yang bisa diraih. Keuntungan tersebut antara lain.

  1. Pabrikan Bisa Berkonsentrasi Mengembangkan Sasis. Pemahaman Sasis disini bukan hanya rangka namun termasuk juga suspensi dan lengan ayun. Karena untuk memaksimalkan performa motor tidak saja hanya mengandalkan kekuatan mesin semata, namun settingan suspensi, jarak-posisi lengan ayun juga menentukan pengendalian motor. Dengan demikian pabrikan bisa dengan mudah melakukan seting pada rangka apabika mereka sudah memahami karakter mesin yang akan digunakan pada motor tersebut.
  2. Memudahkan Konsumen. Hal ini akan bermanfaat terutama bagi konsumen yang menggunakan motor dari merk yang sama. Ambil contoh pengendara Sonic yang akan beralih kepada Honda CS 1. Motor dengan pengalamanya diatas Sonic sedikit banyak ia akan lebih mudah menguasai CS 1 untuk kemudian memaksimalkan performa CS 1. Meski hal yang kedua tidak disarankan untuk dilakukan di jalan umum.
  3. Mendukung After Sales Service. Mesin sama dengan produk sebelumnya. Artinya suku cadang motor tersebut akan lebih mudah ditemui di pasaran, plus teknisi pun tidak akan kesulitan untuk memperbaiki motor tersebut bila mana motor tersebut mengalami kerusakan. Terkesan sepele memang, namun manfaatnya akan terasa saat motor tersebut mengalami masalah :)

Kabar Duka - Bikers Senior Sophan Sophian Kecelakaan

Kecelakaan Sophan Saat Mengikuti Touring “Jalur Merah Putih”

Sophan Sophian salah seorang tokoh yang juga merupakan Bikers senior telah meninggal dunia saat mengikuti/memimpin konvoi Jalur Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Konvoi tersebut diikuti berbagi jenis motor besar terutama dari jenis Motor Touring dan Choppers antara lain dari Harley Davidson, BMW, Goldwing. Rencananya aktor kawakan tersebut bersama rombongan akan mengelilingi pulau jawa sekaligus mengadakan bahkti sosial di setiap tempat dimana rombongan berhenti.  

Kronologi Kecelakaan Almarhum Sophan Sophian

Sekitar pukul 09.49 WIB, rombongan ini melintas di wilayah Ngawi, Jawa Timur menuju Sragen, Solo. Namun saat berada di perbatasan Ngawi-Sragen, tepatnya di kawasan hutan Widodaren, sepeda motor besar yang tunggangi Sophan menghantam lubang besar. Seketika itu juga, sepeda motor tersebut oleng dan akhirnya terjatuh.

“Waktu jatuh Pak Sophan belum meninggal. Namun dia mengalami patah kaki dan tidak sadarkan diri. Dia kemudian dilarikan ke RS Sragen dengan menggunakan ambulans dan meninggal beberapa saat kemudian,” ujar Tri Erika, salah satu peserta Konvoi Jalur Merah Putih kepada detikcom, Sabtu (17/5/2008).

Menurut Tri, Sophan mengalami kecelakaan tunggal. Dalam peristiwa itu hanya motor Sophan yang terjatuh. Dia membantah informasi yang menyebutkan kecelakaan itu melibatkan 2 sepeda motor lainnya. “Yang jatuh cuma motornya Pak Sophan, tidak ada lagi. Lubangnya cukup besar, seukuran ban motor Harley-lah,” ungkap Tri.

Diakui Jalur Tersebut Cukup Rawan

Meski tidak di ikuti oleh komunitas Ducati Desmo Owners Club - DDOCI, namun banyak anggota DDOCI senior yang sudah beberapakali melewati melawati rute tersebut memang diakui memiliki rintangan yang sulit, mulai dari tikungan berliku hingga lubang besar. Akibatnya meski telah dibekali pengalaman maupun skill yang mumpuni tetap saja rute tersebut cukup berbahaya untuk dilalui. Terbukti kali ini telah memakan korban Bikers Senior - Sophan Sophiaan.

Tujuan Mulia ” Konvoi Jalur Merah Putih”

Meski sempat di protes karena memasuki jalan Tol, namun sebenarnya rombongan konvoi ini telah mengantungi izin resmi dari kepolisian untuk memasuk jalan bebas hambatan tersebut. Tujuan konvoi Jalur Merah Putih adalah upaya komunitas motor besar utuk membangkitkan rasa kebanggaan terhadap bangsa indonesia yang sudah mulai pudar karena sentimen pengkotak2kan berdasarkan SARA. Terbukti di setiap tempat konvoi berhenti mereka melakukan upacara bendera yang kini sudah jarang dilakukan, serta melakukan bakti sosial kepada masyarakat setempat, sebagai catatan bahkti sosial yang dilakukan tidak sekedar simbolis namun memang memiliki kapasitas layaknya bhakti sosisal pada umumnya alias signifikan.

Selamat Jalan Broters - INDOBIKERS mengucapkan Turut Berduka Cita  

Meski tidak mengenal dekat secara pribadi, selaku media Sepeda Motor , Redaksi Indobikers mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Sophan Sophian. Semoga amal ibadanya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selamat jalan Bro, …

Links : Kronolois Kecelakaan

1 Juta Pengunjung, 230 Postingan, 30 Ribu Komentar !

Sejak pertama kali di buat pada bulan Mei 2007 hingga saat ini, kurang lebih 1 tahun kemudian INDOBIKERS sudah kedatangan lebih dari 1 juta pengunjung. Sekitar 230 artikel dari berbagai kategori sudah di posting. Tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada tamu INDOBIKERS yang aktif memberikan komentar entah itu sekedar saran, pendapat, kritik maupun posisi podium pertamax. Bahkan beberapa nama pembaca bisa dengan mudah di kenal mulai dari Gus Pur dengan Sniff2nya, Honda Bebek yang memang amat antagonis, Ical Brown, Girifumi, Taufik, Boogie HD ataupun Benkel Spedamotor dengan analisa tajamnya menambah marak kolom artikelnya. Bagi para tamu yang tidak sempat saia sebutkan disini termasuk bro Ilham Kafemotor juga saia ucapkan trimakasih. Mudah mudahan seiring dengan waktu serta belum kelarnya INDOBIKERS.NET yang kembali di tunda launchingnya menjadi tanggal 1 Juni, karena semata2 agar saat pindahan INDOBIKERS.NET mampu memberikan perbedaan yang signifikan dibanding saat masih numpang di Wordpress. Tetapi bukan blog ini akan di matikan ataupun di terlantarkan lho! Blog ini tetap akan berporasi seperti sedia kala.  Mudah mudahan INDOBIKERS bisa menjadi tempat nongkrong para bikers di dunia maya. Salam Bikers !!!

 

MV Agusta F4 CC … X Tra Exlusif, X Tra Mahal !

Bagi penikmat balap motor, tentunya nama MV agusta merupakan sebuah nama yang tidak asing ditelinga. Tidak heran bersama salah seorang pembalap legendaris bernama Giacomo Agostini mereka mampu meraih gelar juara dunia granprix dimana 7 diantaranya di persembahakan melalui keahlian Giacomo Agostini mengendarai MV Agustanya

Back From The Dead

Berkat campur tangan Cagiva yang kembali menghidupi MV Agusta, dan lahir melalui rancangan sang maestro Massimo Tamburini, MV Agusta kembali melahirkan dinasti sepeda motor berjenis superbike. Tujuanya tidak lain adalah untuk menyaingi dominasi Ducati yang saat itu mengandalkan Ducati 996 sebagai flagship produknya. Produk Mv Agusta tersebut  dinamakan MV Agusta F4 Series, yang pertama tama dilaunching pada tahun 1998 dengan kapasitas mesin 750cc 4 silinder. Namun produk CRC tersebut (Cagiva Research Center) dirasa kurang mumpuni untuk menyaingi performa Ducati 996, akibatnya CRC memutuskan untuk terus memproduksi motor dengan varian mesin yang berbeda namun menggunakan basis sasis yang sama. Keluarga MV Agusta F4 Series tersebut antara lain :

  • F4 Oro - 750cc - 126 hp (1998)
  • F4 S - 750cc - 126 hp (1999)
  • F4 EVO S2 - 750cc - 137 hp (2002)
  • F4 Senna - 750cc - 137 hp (2002)
  • F4 SPR - 750cc - 146 hp (2004)
  • F4 Ago - 998 - 166 hp (2005)
  • F4 S - 998 - 166 hp (2005)
  • F4 Tamburini - 998 - 173 hp (2005) 
  • F4 Senna - 998 - 174 hp (2006)
  • F4 Veltro Strada - 998 - 177 hp (2006)
  • F4 Veltro Pista - 998 - 185 hp (2006)
  • F4 R - 998 - 175 hp (2006)
  • F4 R 312 - 998 - 183 hp (2007)
  • F4 CC - 1078  - 200 hp  (2007)

 

MV Agusta F4 CC - 1078cc, 200hp, 140nm, $120.000

Jika ada motor dai kelas superbikes (dibawah 1200cc) yang mampu menandingi performanya mungkin hanyalah Ducati Desmosedici RR dengan kapasitas 990cc dan 200hp. Itupun harganya hanya setengah dari MV Agusta F4 CC. F4 CC sendiri artinya singkatan dari Claudio Castiglioni yang tak lain adalah pemilik MV Agusta dan Cagiva. Motor yang di bandrol $120.000 dolar atau sekitar 1.1 milliar rupiah ini (off the road) 8O ini hanya diproduksi 100 unit.

Selain menawarkan performa yang luar biasa motor ini memiliki nilai ekslusifitas dibanding produk lainya. Mulai dari bagian mesin yang terbuat dari titanium, hingga jok kulit yang terbuat dari bahan kulit khusus rancangan rumah mode ternama. Sedikitnya jumlah F4 CC yang beredar di pasaran juga turut menambah nilai ekslusifitas motor ini. Nampaknya motor ini lebih cocok di pajang di ruang tamu ataupun menjadi hiasan sebuah istana dibandingkan untuk digunakan harian ataupun dipakai di sirkuit sekalipun. Berminat ?

Honda CS1 / CS One - Minim Masalah ?

Buah Riset Yang Matang

Kehadiran CS1 yang telah lama ditunggu bahkan bisa dibilang terlalu lama ditunggu, setidaknya memiliki sisi positif yang sulit ditandingi oleh produk baru lainya. Keunggulan tersebut adalah minimnya masalah pada CS1. Karena biasanya masalah yang kerap mendatangi produk baru   tersebut adalah keluhan dari  konsumen terhadap  ”kelemahan” yang dikarenakan perbedaan desain  produk baru tersebut saat dibandingkan dengan produk sebelumnya. Seperti yang menerpa Bajaj Pulsar saat baru di launching dengan keluhan : kasarnya sambungan pada sasis motor saat dibandingkan dengan pesaingnya yang lebih lawas : Honda Tiger, ataupun posisi foot step penumpang pada Yamaha mio yang kerap menuai protes akibat posisinya yang berada terletak terlalu keluar yang notabene cukup berbahaya, saat dibandingkan dengan Yamaha Nuovo.

Namun hal tersebut (sejauh ini) belum ada komplain pada produk andalah AHM tersebut. Meski dinilai memiliki desain agak kontroversial, motor ini tidak memiliki masalah baik dari segi ergonomis maupun performa. Untuk faktor sasis dan ergonomis nampaknya ini adalah salah satu buah yang dipetik dari reseach yang cukup lama dan matang oleh pihak AHM

Penggunaan mesin Sonic yang teruji

Untuk urusan mesin nampaknya penggunaan satu jenis mesin untuk beberapa varian juga berlaku pada produk buatan AHM ini. Penggunaan mesin Sonic, meski terbilang lumayan berumur namun memiliki keuntungan tersendiri. Yang pertama adalah reabilitas nya yang sudah teruji dan bila mana memiliki kelemahan pada desain maka dapat dengan mudah di atasi. Keuntungan kedua dengan mesin Sonic adalah - meski tidak masuk secara resmi melalui AHM namun sedikit banyak teknisi AHM telah mengetahui seluk beluk mesin tersebut sehingga bila terjadi masalah ataupun untuk melakukan perbaikan, para teknisi tersebut dapat melakukanya tanpa harus melalui proses pelatihan berlebih. Dengan menggunakan mesin Sonic yang memiliki performa yang hanya berbeda sedikit dengan Jupiter MX ataupun SatriaFU maka para  pengguna produk CS1 tidak perlu beradaptasi terlalu lama untuk mengetahui karakter motor tersebut. Hal ini konon bertolak belakang dengan pengguna Satria FU.  

Akankah Pabrikan Lain Menyusul ?

Menggunakan mesin lawas untuk produk baru dikelas yang berbeda nampaknya merupakan sebuah langkah jitu. Terbukti dengan kesuksesan Satria 150 FU dengan FXR, kemudian disusul dengan Honda CS1. Bukan tidak mungkin strategi serupa akan ditiru oleh pabrikan lain. Karena hal ini terbilang cukup wajar mengingat menggunakan mesin lawas artinya dapat meringankan ongkos produksi dan perawatan serta di saat yang sama pabrikan dapat lebih berkonsentrasi pada desain sasis maupun eksterior motor. Toh selama performa mesin lawas tersebut masih mumpuni rasanya tidak ada salahnya untuk digunakan pada motor varian terbaru. :-D

Antara Warna Dengan Sepeda Motor

Tidak hanya partai yang memiliki kaitan erat dengan warna tertentu. Antara Motor dengan warna pun ternyata demikian. Bahkan dengan warna seseorang dapat menebak merk motor tersebut hanya dengan melihat warnanya. Kadang saking terikatnya dengan warna tersebut menjadi tidak ”sreg” bila memilih warna selain warna khas brand motor tersebut. Kini hampir setiap motor memiliki warna khas namun belum tentu warna khas tersebut begitu mengkikat dengan motor tersebut. Berikut merupakan urutan ikatan paling erat antara warna dengan brand motor terebut.

1. Kawasaki dan Lime Green

Kawasaki, bahkan sering disebut motor “Geng Hijau” warna Lime Green sendiri begitu terikat dengan Kawasaki sampai-sampai tidak ada brand lain yang berani menggunakan warna Lime Green sebagai opsi warna dalam produknya. Sebagai catatan bagi Kawasaki warna hijau juga digunakan di dalam ajang balap baik Moto GP maupun WSBK.

2. Ducati dan Solid Red

Seperti saudaranya yang beroda empat, Ferarri  Ducati hanya menawarkan produknya dalam 3 warna yaitu Merah, Kuning, Hitam terlepas kini mengeluarkan produk berwarna putih untuk 848 namun seperti juga Ferarri yang menggunakan warna Merah dalam ajang motor sport dan opsi warna utama pada produknya pada akhirnya warna merah solid tersebut menjadi warna khas pabrikan asal Bologna ini.

3. Aprilia dan Warna Hitam Dof

Masih ingat ketika Max Biaggi menjadi kampiun Gp 250 pada tahun 1995-97 sebelum pindah ke Honda pada tahun 1998. Warna hitam dof pada Chesterfield Aprilia nya menjadi sebuah momok tersendiri. Kini hampir semua semua jejeran aprilia menggunakan warna tersebut, meski warna Silver merupakan alternatif kedua bagi pabrikan Italy ini.

4. Bajaj dan Hitam Metalik

Meski secara brand belum setenar pabrikan Jepang maupun Italy tetapi motor buatan india ini sendiri memiliki warna tersendiri yaitu Hitam Metalik. Terbukti dari jejeran produknya yang hampir seluruhnya didominasi warna Hitam metalik

5. Suzuki dan Two Tone Biru Solid dan Putih

Sebenarnya warna utama suzuki adalah kombinasi dua warna alias two tone Biru Putih. Namun karena warna tersebut terbilang jarang dipilih oleh konsumen ditanah air. Namun kini produk Two Tone tersebut dapat ditemukan pada produk seperti Satria 150 FU ataupun New shogun.

6. Yamaha antara Biru dan Two Tone Merah dan Putih

Yamaha adalah sebuah brand mapan tetapi untuk warna justru publik dibikin bingung dengan warna ciri khasnya. Karena mereka memiliki 2 warna utama yaitu Biru metalik ataupun kombinasi Putih Merah. Hal ini di buat tambah rumit dengan warna kombinasi Kuning Hitam. Namun seiring dengan waktu plus keterlibatan Yamaha di Moto GP menjadikan warna Biru metalik semakin identik dengan Yamaha,

7. Honda dan Warna Apa yah ?

Produsen motor terbesar didunia ini justru malah terkesan malah tidak memiliki warna khas. Padahal pabrikan dengan pangsa pasar terbesar ini memiliki juga memiliki warna dan liveri khusus. Yang tidak lain adalaha kombinasi tiga warna yaitu Putih, Merah dan Hitam. Hanya saja karena luasnya jejeran produk Honda maka warna tersebut menjadi tidak begitu menonjol.

Penyebab Kemacetan Bukan Cuma Kendaraan Pribadi !!!

Penertiban Parkir Motor ala DLLAJ Yang Kontroversial ( Teori Kambing Hitam? )

Untuk mengurangi kemacetan Pemda DKI menginstruksikan segenap aparat DLLAJ untuk melakukan penetiban terhadap parkir liar baik yang dilakukan oleh kendaraan roda 4 ataupun kendaraan roda dua semisal sepeda motor dan mugkin sepeda onthel :lol: namun sebenarnya tindakan demikian tidak sepenuhnya benar. Karena penyebab kemacetan tidak melulu disebabkan parkiran sembarangan kendaraan pribadi namun juga disebabkan oleh berbagai faktor, tidak terkecuali kelalaian Pembda DKI dalam menyediakan infrastruktur yang memadai.  

Jangan Selalu Menyalahkan Kendaraan Pribadi Dong !

Sudah bosan rasanya jika mendengar pejabat terutama pejabat pemerintah DKI yang melulu menyalahkan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil sebagai biang kemacetan. Meski jumlah mereka terus membengkak namun tidak sepenuhnya kemacetan disebabkan oleh keberadaan kendaraan pribadi tersebut.

Kendaraan umum semisal Bus, Angkot hingga  Truk merupakan pihak yang selama ini selalu saja lolos dari tuduhan. Padahal sudah merupakan fakta bahwa hampir kalau tidak mau dibilang seluruh kemacetan disebabkan oleh antrian kendaraan yang terpaksa ikut berhenti ketika Bus dan Angkot berhenti di tengah jalur untuk menaik-turunkan penumpang. Bahkan banyak titik kemacetan disebabkan oleh keberadaan terminal liar seperti yang ada di perempatan Cilandak-Ampera. Sama seperti kendaraan pribadi yang dituding sering parkir sembarangan, nampaknya kendaran Bus dan Angkot justru selalu berhenti sembarangan diluar halte yang disediakan justru lolos dari tudingan aparat Pembda yang konon sering mengambil kesimpulan yang terlalu dini.

Faktor lain penyebab kemacetan tidak lain karena kondisi jalan yang amburadul alias tidak layak pakai. Kondisi seperti ini sering kali memaksa kendraan untuk melaju dalam kecepatan lambat untuk menghindari kerusakan maupun kecelakaan. Namun seperti biasa, dari pada memperbaiki kondisi jalan dengan maksimal Pemda nampaknya lebih senang menyalahkan kendaraan pribadi sebagai biang kemacetan.

Menggembosi Ban dan Pengikatan ban dengan Rantai …

Alasanya adalah memberikan efek jera, nampaknya solusi tersebut hanya akan menimbulkan masalah. Karena sampai sat ini selain di gedung pusat pertokoan atau perkantoran hampir tidak ditemukan tempat parkir khusus kendaraan roda dua.  Akibatnya hampir di seluruh tempat di kawasan Jakarta, yang disebut lahan parkir untuk sepeda motor adalah di trotoar alias bukan ditempat parkir semestinya. . Menggembosi Ban, dan Pengikatan dengan rantai sendiripun belum memiliki dasar hukum yang jelas. Terlebih melihat mental Aparat DLLAJ yang jauh dari mumpuni bisa jadi tindakan menggembosi dilakukan tanpa tujuan yang jelas namun menjadi sebuah perbuatan yang legal. Parahnya tindakan seperti ini - terutama penggembosan bisa dimanfaatkan oleh pihak yang ingin berbuat “iseng”. Pada akhirnya, alih alih mengurangi kemacetan yang terjadi justru menyusahkan pemilik kendaraan pribadi. Payah :?

Membangun Brand Image Seperti Honda, Sulit Bro !

Membangun brand Image adalah sebuah perkara yang sulit, rumit dan kadang tidak semudah yang dibayangkan meski sebuah pabrikan telah mangalokasikan dana yang tidak sedikit. Karena untuk terciptanya brand yangkuat sebuah manufaktur terutama speda motor tidak saja harus mampu membuat produk berkualitas baik namun juga harus mampu konsisten didalam sebuah bidang serta memiliki ciri khas tertentu.

Di Asia Pasifik Brand Honda seperti Toyota , Lho Kok ?

Untuk kawasan regional Asia Pasific Brand Honda merupakan sebuah produsen spedamotor yang paling besar baik dari segi pemasaran, produk maupun asetnya. Kesuksesan Honda menguasai pasar tentunya tidak lepas dari brand Image honda yang sangat berpengaruh di masyarakat alias konsumen. Usaha dan kekuatan nama besar Honda tidak dapat diraih seperti membalikan telapak tangan atau seperti usaha yang dilakukan oleh Roman Abrahamovic dalam membangun Chelsea yang dapat diperoleh hanya dengan mengucurkan dana ratusan juta dolar.

Dibutuhkan usaha keras semisal memproduksi berbagai produk untuk berbagai segmen secara konsisten dengan standar yang sama. Sehingga brand tersebut memiliki sebuah pondasi kuat disetiap segmen, bahkan kalaupun konsumen tersebut melakukan shift up alias “naik kelas” produk tersebut mampu mengakomodir kebutuhan konsumen transegmen tanpa harus membuat konsumen tersebut melirik merk lain.

Hal ini dibuktikan dengan variasi produk Honda yang dimulai dari segmen paling dasar dalam piramida produk Honda. Semisal diawali dengan produk Moped kemudian City Bike, Light Sport hingga Superbike maupun grand Tourer. Ibarat melakukan kaderisasi dari generasi ke generasi maupun trans segmen yang dilakukan oleh Toyota, pabrikan besar seperti Honda memiliki kemampuan memupuk konsumenya dari menawarkan produk varian paling dasar hingga varian paling Hi-end yang notabene kebanyakan produk mereka hanya mampu dibeli oleh mereka yang sudah berstatus mapan.

Memiliki Ciri Khas Tersendiri seperti Kawasaki dan Yamaha

Cara lain yang dapat di tempuh untuk membangun brand image adalah membangun ciri khas seperti image “Sporty” oleh Yamaha dan “Super Fast” ala Kawasaki. Namun mengapa secara global pemasaran mereka tidak bisa sesukses Honda ? Sebenarnya cukup sederhana. Image Sporti maupun Hi performance ala Kawasaki sendiri secara tidak langsung memiliki sisi negatif. Yang tidak lain adalah mengkotak kotakan konsumen itu sendiri. Akibatnya bagi mayoritas konsumen yang cenderung menggunakan speda motor sebagai kendaraan beban akan sedikit mengalami rasa sungkan untuk membeli produk tersebut. Efek langsungnya hanya kelompok konsumen yang fanatik dengan aura dan gaya ”Sporty”  lah yang menjadikan Yamaha atau Kawasaki sebagai pilihan utamanya, padahal kelompok konsumen berkategori tersebut tidak sebanyak konsumen ”umum” yang membeli motor sekedar hanya menjadikanya kuda beban.

Image Kuat Brand Italy, Kenapa Gagal Menguasai Pasar?  

Siapa sih yang tidak kenal Ducati, spedamotor yang disamakan dengan Ferarri roda dua. Atau Eksotisme MV Agusta, Benelli hingga keganasan produk Aprilia? Tetapi kenapa mereka gagal menguasai pasar bahkan untuk dinegrinya sendiri pun mereka hanya menjadi pabrikan urutan kesekian yang berada jauh dibelakan kwartet jepang? Yang lebih ironis merekapun sempat mengalami pailit untuk jangka waktu tertentu padahal secara brand Image mereka tidak kalah kuat dibanding produsen jepang.

Hal ini utamanya disebabkan oleh faktor harga. Umumnya mereka membandrol produknya 2 atau 3 kali lipat lebih mahal dibanding produk serupa dengan produk pesaingnya yang berasal dari negri matahari terbit. Padahal produk yang mereka tawarkan tidak memiliki keunggulan yang signifikan dibanding produk jepang tersebut, jika tidak mau dibilang lebih buruk bila dilihat dari faktor reabilitas. Disamping itu harga tersebut membatasi segmentasi konsumen mereka dimana bagi konsumen di luar segmen terebut terpaksa membeli produk lain yang memiliki resiko yaitu : kalaupun secara ekonomi mereka telah mampu membeli produk italy namum karena telah merasakan produk Jepang akibatnya mereka menjadi sungkan untuk beralih kepada produk lain (italy) yang ironisnya produk tersebut tadinya begitu mereka impikan.  

Untuk itu rasanya alasan ekslusifitas tidak mampu mereka jadikan nilai jual untuk menantang produk dari jepang. Salah satu cara bagi mereka untuk tetap eksist hanyalah mengandalkan konsumen setia yang telah menjadikan brand mereka sebagai bagian dari hidup alias “Cult” tidak heran dari tahun ke tahun konon konsumen mereka bisa dibilang itu-itu saja. Kalaupun ada usaha pabrikan Italy melakukan trobosan adalah yang dilakukan oleh Cagiva dengan menggunakan produk jepang (Suzuki sebagai mesin Raptor 600,1000 dan Hyosung sebagai bakal mesin Mito 500) namun akibatnya kadang menjadi bumerang. Disamping memiliki harga yang tetap lebih mahal dibanding produk Jepang lainya, produk tersebut kurang diminati oleh pencinta motor Italy sejati.   

Yamaha FZ 150 … Alternatif Kawasaki Ninja ZX 250

Sepertinya kehadiran Kawasaki Ninja ZX 250R tidak hanya membuat konsumen berdebar debar (entah karena nggak sabaran ingin membeli, sekedar penasaran ataupun kecewa karena bandrolnya dianggap kemahalan) tetapi kehadiran Sport Bike Kawasaki ini setidaknya sedikit banyak mengganggu rencana pabrikan lain, tidak terkecuali YMKI.

Yamaha FZ150 - Varian Hi-End Yamaha Regional

Yamaha FZ 150 atau supaya lebih gampang bisa di identikan sebagai Miniatur Yamaha Fazer 600. Merupakan salah satu motor Street Fighter ringan. Terlebih dengan kapsitasnya yang hanya 150cc namum memiliki penampilan sangar layaknya motor berkapasitas 600cc. Sebuah resep jitu untuk meraih pasar terutama di Indonesia. Motor ini memilik tenaga sebesar 18-20 hp. Dengan kapasitas 150cc tenaga sebesar itu dirasa cukup untuk digunakan sebagai motor harian.

Alternatif Dari Yamaha untuk Fazer 250

Bisa dibilang tampilan Fazer 250 tergolong konvensional, terlebih jika dibandingkan dengan Kawasaki ZX 250R.  Dengan kapasitas 250cc memaksa YMKI mamatok harga tinggi untuk produk yang satu ini. Akibatnya bukan tidak mungkin bila YMKI memaksakan merilis produk ini akan bernasib sama dengan Suzuki Thunder 250 alias mati muda. Mungkin dengan kehadiran Yamaha FZ 150 diharapkan motor ini tidak sja dapat memperkuat brand image Yamaha tetapi juga mampu meraih pasar dalam jumlah yang signifikan mengingat secara teknologi dan ongkos produksi Yamaha FZ 1 tidak lebih mahal dari Yamaha V-Ixion hanya saja FZ 150 mampu memberikan penampilan lebih elegan dibanding saudaranya. Kita tunggu ! 

MotoGP Makin Seru … Doni Tata dapat Poin

4 Seri Balapan 4 Juara

Sejak digelar pertama kali di Qatar, musim balap 2008 telah menghasilkan 4 pembalap dari 4 seri yang berbeda. Dimulai oleh Casey Stoner kemudian Pedrosa, Lorenzo dan kini Valentino Rossi yang selama ini telah puasa gelar sejag GP Estoril Musim Lalu. Pada klasemen sementara Dani Pedrosa masih memimpin, disusul oleh Lorenzo, Rossi dan Juara bertahan Casey Stoner. bukan tidak mungkin diseri berikutnya kita bisa mendapatkan juara baru entah itu James Toseland, Marco Melandri, Andra Dovisio, ataupun Criss Vermeulen 

Lorenzo Hebat, Melandri Bangkit 

Patut di acungi jempol adalah Jorge Lorenzo yang masih mampu finnish diposisi ke empat meski sebenarnya pembalap Yamaha ini berada dalam kondisi cedera di kedua kakinya. Nampaknya Marco Melandri kembali menunjukan tajinya setelah untuk pertama kalinya mampu finish di posisi lima besar. Karena sebelumnya terdengar kabar yang mengatakan bahwa Max Biaggi atau Alex Barros akan mengganikan salah satu dari tiga pembalap Ducati tersebut (yang pasti bukan Stoner)

Doni Tata Dapat Poin !!! Hore …

Setelah 3 seri sebelumnya berada di posisi buncit, Akhirnya Doni Tata berhasil mendulang poin (1) berkat finish diposisi ke 15. Mudah mudahan mendapatkan poin di setiap seri meski hanya berupa satu digit mampu dijadikan rutinitas bagi pembalap harapan bangsa ini. Bravo Doni tata !